//
you're reading...
Matrikulasi dan teman2 baruku

(part 5 ) Matrikulasi dan teman2 baru

Kelompok yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk memaparkan hasil riset studi mereka adalah kelompokku. Kelompok kecil beranggotakan Adinda Riantika dan Ari Pahlevi merupakan kelompok pertama yang dengan sukarela mengajukan diri untuk maju. Hal ini dilakukan agar dikemudian hari kami dapat merasa lebih nyaman karena tidak harus kembali memaparkan materi yang berbeda dimuka kelas. Perilaku ini dipandang wajar karena Insting dasar setiap manusia adalah menghindari resiko. Baik itu resiko berkadar tinggi maupun rendah. Hal ini dipandang perlu sebagai sebuah strategi, karena untuk maju menampilkan sebuah presentasi dengan status baru sebagai mahasiswa, serta keharusan untuk mengadapi teman-teman baru adalah sebuah manifestasi studi yang agak sulit dilakukan.

Satu minggu adalah tenggang waktu yang diberikan kepada semua kelompok agar dapat menganalisis sejauh apa tingkat pemahaman kami terhadap sistem manajemen sebuah perusahaan ritel berskala global. “Wall Mart” sebuah raksasa industri ritel terbesar di Amerika serikat  yang menguasai hampir sepertiga industri retail Amerika menjadi objek teliti kami. Perusahaan ini menjadi menarik dibahas karena harus menghadapi tantangan global serta persaingan dalam skala besar. Tentu saja, seminggu dirasa cukup guna mengumpukan informasi sebanyak-banyak bagi setiap kelompok untuk mempersiapkan diri.

Jarum Jam tanganku  telah mengarah tepat keangka 2 lewat sepuluh. Hari Rabu yang suasananya terlihat cerah merona, dengan terik matahari terasa begitu menyiksa kulit. Membuat siapa saja merasa kepanasan. Bukan main panasnya dunia, untung saja kami berada di dalam ruangan berAC. Sementara aku sedang sibuk memasang properti presentasi, Ari dan Dinda tampak mempersiapkan Print out yang akan dibagikan kepada seluruh teman-teman yang telah siap mengikuti diskusi. Dalam beberapa menit, Semua menjadi fix. LCD Screen Projector telah terhubung pada sebuah Laptop bermerk MSI yang kebetulan laptop tersebut adalah milik pak Ferry.

Presentasi dimulai, aku bertindak sebagai operator power point, sedangkan Adinda mendapat kesempatan untuk tampil mempresentasikan paper di depan kelas. Pada saat pengoperasian power point, aku merasa agak sedikit canggung menyentuh properti kecil yang berlogo MSI. Jujur saja, sejak SMA aku sudah familiar dengan barang elektronik  yang memiliki tampilan elegan ini. Seolah penggunanya akan terlihat seperti kaum intelektual tingkat tinggi jika menggunakan alat yang disebut Laptop. hanya saja aku lebih tertarik pada pengoperasiaan PC game dengan spesifikasi khusus. (Kebetulan pada masa itu, perilaku komputasi Personal Computer masih menjadi primadona bagi para remaja yang keranjingan PC game). Mengapa spesifikasinya harus berada pada tingkatan khusus? ya tentu saja karena penggunaan utamanya hanyalah untuk bermain game dan sekedar membuat tugas sekelas tugas-tugas anak sekolahan.

Kembai keLaptop dengan Brand MSI berwarna biru muda yang terpampang tepat di depan mukaku. Rasa canggung itu muncul karena belum terbiasa menggunakan touch pen yang berfungsi sebagai pengganti mouse. Akhirnya aku memberanikan diri meminta pak Ferry agar mau bertindak sebagai operator dan beliau menyanggupinya. Pemaparan materi dilakukan secara bergantian. Setelah Dinda menyampaikankan beberapa hal pokok, maka dimulailah sesi tanya jawab guna mempertanggung jawabkan paper yang telah kami paparkan dimuka kelas.

Banyak hal yang kami perdebatkankan dalam diskusi ini, mula mula kami mengupas tentang apa itu Wall Mart, bagaimana sistematika manajemennya dimulai dari aspek keuangan, pemasaran, sumberdaya manusia dan operasi. Hal ini kami bahas karna selama masa matrikulasi kami hanya mendapatkan satu jenis mata kuliah. Yaitu mata kuliah Pengantar Bisnis yang nantinya akan kami ambil kembali pada semester satu. Tidak hanya terbatas pada pengupasan aktivitas manajemen perusahaan, kami juga menyempatkan diri membahas issue-issue terkait Corporate Social Responsibility.

Sesi pertanyaan dimulai, orang pertama yang mengajukan pertanyaan adalah Novaria fretty. (Pada awalnya banyak diantara kalian yang terlihat sangat malu-malu untuk menyampaikan komentar dan opini. Siapa saja mereka? Tentu saja Andri, Saipul, Agus, Budi, Dwita, Novayana, Tedi dan lain-lain. Muka-muka kalian yang dahulunya masih terlihat lugu itu, kini terlintas jelas olehku! Hehe..) Pertanyaan yang disampaikannya berkisar tentang bagaimana strategi pemasaran yang diaplikasikan ritel ini sehingga mampu mendapatkan pangsa pasar yang begitu luas. Lalu disusul oleh pertanyaan dari Karina ayu pribadi, Andri agassi dan Sandi. Kebanyakan diskusi yang kami lakukan adalah pembahasan mengenai kulit luar dari sebuah perusasahaan. Maklum saja, pengetahuan yang kita miliki pada  saat itu tidak seperti saat kita sedang membaca tulisan ini.

Sewaktu sesi tanya jawab berlangsung, perhatianku langsung tertuju pada dua wajah  asing. Hari ini pertama kalinya aku melihat mereka setelah hampir sebulan kami mengikuti program matrikulasi. Kedua orang tersebut adalah Agustius dan Budi yang mengambil posisi duduk tepat disebelah kiri depan papan tulis. Selidik punya selidik, mereka baru saja mengikuti seleksi masuk STAN. Alhasil, karena belum lulus maka keduanya kembali ke Universitas Bengkulu. Sebenarnya aku sudah mengenal mereka sesaat sebelum kelas dimulai. Perkenalan ini berlangsung secara tidak sengaja dilantai dua gedung L. Waktu itu, Agus adalah mahasiswa yang berperawakan lucu, cuek, dan agak sedikit individualist. Tidak seperti sekarang, ia selalu mencari uang, uang, uang dan uang. dengan postur tubuh kurus kecil yang dimilikinya ini dapat menjadi sebuah berkah, berupa  kelincahan mencari proyek-proyek yang nantinya dapat menghasilkan uang.

Setelah puas membahas karakteristik Agus, waktunya kita membahas mahasiswa lainnya. Budi, itulah nama mahasiswa kedua yang acap kali tertangkap selalu duduk bersebelahan dengan Agus. Sesosok mahasiswa pendiam yang tidak banyak bicara ini mahir menciptakan gambar-gambar Anime. Belakangan baru diketahui bahwa Gravity dengan objek Frangky the cyborg yang terpampang gagah di didinding SMA 5  Bengkulu adalah hasil buah karyanya. Selain Budi kami juga memiliki seorang teman lainnya yang memiliki kemampuan sama. Seorang mahasiswa yang berasal dari Curup ini juga memiliki keterampilan dalam menuangkan ide dan pikirannya kedalam sebuah gambar. Pernah pada suatu saat ketika kami duduk disemester 5, aku memintanya untuk menggambarkan karikatur yang memuat karakter pak Paulus sewaktu mengajar. Bagaimana menurut kalian semua bila pak Paulus sedang duduk di depan kita ketika beliau sedang menyampaikan materi kuliah?? (pasti kalian sedang senyum-senyumkan saat membayangkannya. dibalik sifat dingin beliau itu ada kebaikan yang tersirat. Tentunya kalian ingat bahwa beliau selalu mengizinkan ujian kita diberikan dalam bentuk Open book. ini  adalah salah satu bentuk kemudahan yang diberikannya karena kita sebagai mahasiswa selalu merengek meminta agar ujian dapat dilakukan dengan lebih mudah. Tapi ada satu hal yang pasti dari gaya mengajar beliau. Mahasiswa tanpa refensi dan buku pegangan diharuskan angkat kaki dari kelas.)  Hehe.. Dikemudian hari kedua orang ini berkolaborasi untuk mengikuti lomba Gravity yang diadakan HUMAN. Tapi sayang, karya dan lukisan mereka tidak pernah digoreskan nyata akibat kesalahan teknis yang ditimbukan oleh panitia pelaksana acara.

Kelas berakhir pada pukul setengah lima sore. Diskusi panjang seperti ini lazim terjadi apabila yang mengajar kami adalah pak Ferry. Terkadang kami diharuskan untuk menjalani double examination diakhir semester. Hal seperti ini pernah terjadi ketika kami mengambil mata kuliah Statistik II. Banyak mahasiswa menjadi kelabakan karena belum siap untuk menghadapi ujian secara beruntun. tapi jangan terkejut, pengalaman kulliah yang penuh dengan tekanan seperti ini akan menjadi sangat berguna dimasa depan.

Seluruh peralatan presentasi sudah kubereskan. Semua orang tengah besiap-siap untuk pulang. bagi kelompok yang belum mendapatkan jatah untuk mempresentasikan materi diharuskan maju  pada pertemuan berikutnya. Tentu saja dengan topik dan materi yang berbeda karena dosen tidak akan meminta kami untuk memaparkan materi yang sama untuk kedua kalinya.

Tanpa terasa program matrikulasi telah berjalan dalam kurun waktu sebulan. Seluruh anggota kelas telah sepakat menetapkan Atmayuda sebagai Komti yang akan mengatur segala keperluan belajar  kami selama satu tahun kedepan. Nantinya Yuda akan mengakomodir serta memfasilitasi hubungan komunikasi kelas dengan dosen-dosen yang kami temui dikemudian hari. Dengan tugas sebagai komti, maka absen, spidol dan juga komunikasi dua arah akan menjadi sebuah rutinitas baru bagi Yuda.

Hmmmm… setelah puas bermatrikulasi ria bersama, maka tibalah hari dimana seluruh mahasiswa diharuskan mendaftar ulang ke gedung Rektorat. Pada mulanya kegiatan matrikulasi hanya bertujuan agar semua mahasiswa yang telah diterima melalui jalur PPA tidak kabur dengan cara mengikuti tes SPMB. Tapi pada kenyataanya, masih banyak saja mahasiswa-mahasiswa bandel yang tak pandai bersyukur melepaskan kesempatannya untuk kulian tanpa harus mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi yang prosesnya begitu ketat.

Keesokan harinya anggota Kelas kami yang berjumlah sebanyak 23 orang dikejutkan dengan kehadiran  seorang anggota baru. Entah siapa dan dari mana, tiba-tiba saja pemuda ini muncul kepermukaan. Di tempat yang sama, dilantai 2 gedung L kamipun akhirnya berkenalan.  Tubuh tinggi kurus, dengan stelan kaos berkerah pink dan celana begi menjadi style yang lekat dengan baik pada pemuda ini. Maklum saja, pada saat itu mode sedang digairahkan dengan trend-trend aneh yang sedang menjamur dikalangan anak muda. Tidak banyak informasi yang kudapatkan tentang mahasiswa ini. Mungkin kalian yang membaca dapat menambahkan cerita tentang sosoknya. Hehehe.. ayo berikan penilaian dan ceritakan kisahnya. Dengan kemunculan (Rahman Febliansyah), maka anggota kelas kami genap berjumlah 24 orang.

Advertisements

About bertousman

Many people say that to be different is exclusive, it is in line with what my friend had already said to me "Form is temporary, but Class is permanent". I absolutely agree with this one.

Discussion

One thought on “(part 5 ) Matrikulasi dan teman2 baru

  1. luar biasa, kisah berto yg dideskripsikan dengan kombinasi gaya bahasa ilmiah, kayaknya jadi penerus andrea hirata ni… luar biasa

    Posted by putra | May 16, 2011, 1:21 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 47,547 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Calendar

May 2011
M T W T F S S
    Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter Updates

Archives

Danny Machal

Podcast fiction from a writer on the road to being published.

bertousman

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Bani Bayu

sekedar tulisan ringan, sebagai pelepas resah di hati

Belajar Menulis

Ketika Ibu-Ibu Iyik Sok Asik Ngeblog

rifyal dahlawy chalil

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

About Me

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Belajar Metoda Penelitian

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Triya Andriyani

Sedikit Bercerita

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: