//
you're reading...
Academic Manuscript (popular and non popular)

Produktifitas dan Kualitas Dalam Perspektif Islam

Produktifitas Dalam Perspektif Islam

 

Produktifitas merupakan kegiatan menghasilkan barang atau jasa dengan memanfaatkan input seefisien dan seefektif mungkin hingga menghasilkan output yang bernilai dengan menambahkan proses value added agar didapat output secara maksimal yang nantinya output tersebut dapat menjadi outcome yang berimbas pada pencapaian income  bagi organisasi. Produktifitas ini tidak hanya dicapai dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dapat dicapai melalui peran manusia sebagai mahluk yang produktif terhadap pemanfaatan sumber daya (capital) dan waktu.

 

Menjadi produktif adalah tuntutan bagi setiap manusia, setiap agama mengajarkan agar umatnya dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin demi menghasilkan sesuatu yang berarti baik berhubungan secara langsung dengan Allah SWT (hablum minnalah) maupun hubungan langsung antar manusia (hablum minannas). Agama islam selalu menekankan pada umatnya untuk  selalu berusaha mengubah nasib agar menjadi lebih baik  “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang ada pada diri mereka” (QS 13:11). Dalam ayat tersebut jelas sekali bahwa Allah memerintahkan umatnya agar selalu berusaha memperbaiki hidupnya dengan berusaha dan berproduktifitas dalam jalan kebenaran serta berbuat baik pada sesama (ishlah).  Produktifitas yang harus dicapai tidak hanya terfokus pada kehidupan Duniawi saja, tetapi juga untuk kehidupan akhirat seperti menjalankan ibadah sholat, puasa, zikir dan ibadah lainnya. “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (QS 22:77).

 

Selain itu, dalam konsep produksi baik operasi maupun inovasi kita mengenal usaha manajemen operasi yang disebut Big Q. Big Q ini berusaha untuk mencapai hasil terbaik secara organik dengan menyeimbangkan unsur manusia dan proses produksi yang lebih ditekankan pada pencapaian Total Quality pada usaha atau proses, sesuai dengan ayat berikut: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (Q.S. At-Taubah: 105).

 

Big Q akan dapat dicapai bila produsen dapat memenuhi dua perspektif yaitu perspektif konsumen dan perspektif produsen. Perspektif produsen menekankan pada proses value added dimana input diolah menjadi output sehingga memenuhi persyaratan yang baku untuk standar produksi. Manusia diberi kemudahan oleh Allah untuk mengolah secara bijak segala sesuatu yang ada di Bumi sebagai sumber daya (Input) yang dapat diolah menjadi suatu barang atau jasa (Output). “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuhan-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.” (QS. 26 : 7-8).

 

Proses Big Q lebih mengutamakan pada pola organistik yang berusaha menyeimbangkan manusia sebagai faktor produksi dengan kegiatatan operasi perusahaan. Perusahaan menyadari bahwa hubungan antar manusia menjadi sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan produktifitas. Dengan adanya Big Q  sebagai upaya mencapai total quality maka diharapkan hubungan antar manusia (Hablum Minananas) akan lebih memotivasi sesama karyawan dalam proses pencapaian tujuan organisasi.

 

Kualitas Dalam Perspektif Islam

 

Allah SWT menciptakan manusia sebgai mahluk yang sempurna, yang diberikan akal dan fikiran untuk menjalani hidup. Keputusan Allah menciptakan manusia ke Bumi bukanlah hal yang sia-sia, maka itu manusia diberi kemampuan untuk menjadi khalifah dimuka bumi yang sekaligus membuktikan bahwa kualitas manusia itu bukanlah sembarangan bila dibandingkan dengan mahluk lainnya, Akan tetapi ada sebuah pra syarat atau condition sine qua non agar manusia dikatakan manusia yang unggul. Seperti yang dikatakan Allah dalam QS Adz Dzariyat ayat 56, yang artinya “dan tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. Ayat ini memiliki implikasi bahwa manusia diwajibkan untuk untuk beribadah kepada Allah SWT untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

 

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang salah satu dari bagian terjemahannya : “ ……niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang – orang yang beriman diantaramu dan orang – orang yang diberi ilmu beberapa derajat…..”. Dari surat dan ayat tersebut, implikasi yang berkaitan dengan kualitas adalah bahwa manusia akan lebih berkualitas hidupnya ketika dia beriman dan berilmu. Nabi Muhammad SWA pernah bersabda, “tuntulah ilmu sampai ke negeri Cina”, dari pernyataan nabi tersebut jelas tersirat bahwa manusia yang berkualitas adalah manusia yang berilmu dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya untuk khalayak ramai di jalan kebenaran.

 

Manusia yang berkualitas dalam hidup selalu berusaha untuk terus berinovasi dan berproduksi. Dengan memanfaatkan waktu dan sumber daya yang telah disediakan Allah, maka manusia dituntut agar dapat memanfaatkanya sebijaksana mungkin dan bukanya seoptimal mungkin karena kita harus memikirkan keberlangsungan sumber daya yang ada untuk masa depan anak cucu. Dalam proses Big Q terdapat perspektif konsumen yang menekankan pada kualitas produksi, ketepatan sesuai penggunaan (fitness for use). Tepat artinya tidak kurang atau lebih karena Allah SWT tidak menyukai hal-hal yang berlebihan seperti ayat yang dikutip dari Al-Quran: “Wahai anak-cucu Adam, pakailah busana indahmu di setiap masjid (ketika akan shalat, thawaf, atau ibadah-ibadah yang lain); makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai mereka yang berlebih-lebihan.” (QS 6: 31).”

 

Konsep Big Q yang mengutamakan keseimbangan hubungan antara manusia sebagai faktor produksi dengan proses produksi turut menekankan kualitas dalam menghasilkan sebuah produk. Proses penciptaan nilai yang disertai dengan inovasi akan menjadi sebuah nilai tambah yang dapat dijual pada konsumen. Inovasi ini hanya datang dari manusia yang pandai memanfaatkan peluang yang mana kemampuan memanfaatkan peluang tersebut sangat erat kaitannya pada kualitas manusia sebagai faktor produksi.

 

Ada satu ayat yang dapat di kutip dari Al-Quran “ Amar ma’ruf, nahi munkar” ayat tersebut sangat erat kaitanya pada proses Proses Big Q, karena Proses ini tidak akan berhenti pada satu titik, tapi merupakan continuous process improvement (CPI) yang akan bermuara pada total quality management (TQM), proses untuk terus menerus improve dan melakukan perbaikan – perbaikan untuk mencapai kualitas yang baik.

Advertisements

About bertousman

Many people say that to be different is exclusive, it is in line with what my friend had already said to me "Form is temporary, but Class is permanent". I absolutely agree with this one.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 42,973 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Calendar

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Twitter Updates

Archives

Top Clicks

  • None
Danny Machal

Podcast fiction from a writer on the road to being published.

bertousman

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

bayu sindhu raharja's blog

sekedar tulisan ringan, sebagai pelepas gundah dan resah di hati

Belajar Menulis

Ketika Ibu-Ibu Iyik Sok Asik Ngeblog

rifyal dahlawy chalil

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

About Me

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Belajar Metoda Penelitian

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Triya Andriyani

Sedikit Bercerita

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: