//
you're reading...
Academic Manuscript (popular and non popular)

PROSES IPO SEBAGAI SEBUAH TINJAUAN LITERATUR

LATAR BELAKANG

Perdagangan saham dibursa efek Indonesia (BEI) sekarang ini semakin marak dengan semakin banyaknya investor dalam negeri yang menginvestasikan modalnya ke BEI. Apalagi dengan semakin kecilnya bunga Deposito dan semakin besarnya pajak bunga Deposito, banyak Deposan mengalihkan uangnya kepasar modal. Investasi dipasar modal lainnya berusaha mendapatkan return terbaik dari investasinya dengan membuka diri dari setiap metode untuk digunakan mengurangi resiko kehilangan uang dan meningkatnya kesempatan meraih keuntungan yang besar (Subardi, 2001 JAM Edisi Agustus , hal. 51).

Berdasarkan Keputusan Presiden No.53 tahun 1990, Keputusan Menteri Keuangan No.1548/KMK.013/1990, Peraturan Pemerintah No.8 tahun 1995 yang merupakan serangkaian regulasi di bidang pasar modal. Pasar modal sebagai salah satu institusi keuangan yang dianggap sebagai tempat efektif bagi perusahaan untuk mengumpulkan dana dalam membiayai kegiatan operasionalnya dengan cara menerbitkan Saham maupun Obligasi.

Kebutuhan akan dana segar yang semakin besar bagi setiap perusahaan untuk melakukan kegiatan ekspansi dan investasi membuat banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menerbitkan saham melalui aktifitas Initial Publik Offering (IPO). Dengan menerbitkan saham dan menjual sebagian hak kepemilikann atas perusahaan baik  kemasyarakat luas, pemerintah, maupun instansi lainya, akan membuat perusahaan memiliki amunisi berupa tambahan dana investasi yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan operasi dan produksi.

Saham adalah jalan paling mudah untuk mencapai kebebasan finansial. Dengan saham uang akan bekerja menghasilkan uang. Saham dapat menjadi sumber penghasilan tambahan  bagi kita yang masih bekerja. Bahkan,  investasi di bursa saam dapat menjadi penghasilan utama bagi orang tertentu (Dominic:2008:xi).

Selama ini kita telah mengenal perbendaharaan kata mengenai IPO (Intial Public Offering) dan bagaimana proses IPO berlangsung. IPO merupakan Pasar Perdana bagi suatu perusahaan untuk menawarkan efeknya (saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya) kepada publik. Bagi suatu perusahaan (Emiten) IPO secara finansial merupakan sarana untuk memperoleh modal untuk pengembangan bisnis perusahaan dan sarana lainnya sebagai parameter bahwa perusahaan tersebut telah menjalankan keterbukaan dalam pengelolaan perusahaan yang dampaknya dapat memperoleh citra perusahaan. Pengaturan IPO sendiri, diatur dalam Undang Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang ditetapkan pada tanggal 26 April 2007 (sebagai pengganti Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal) dan Keputusan Menteri serta peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM dan Bursa Efek.

Initial Public Offering (IPO) merupakan suatu proses mengeluarkan saham baru kepada investor publik untuk pertama kalinya dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada investor ritel untuk dapat menanamkan investasi ke dalam perusahaan tersebut  dan sahamnya nantinya dapat diperdagangkan di pasar sekunder. IPO biasanya dilakukan perusahaan  untuk dapat meningkatkan transparansi proses kerja perusahaan  yang dapat dipertanggung jawabkan kepada semua pemangku kepentingan atas kinerja perusahaan tersebut  baik investor, pemerintah, Bapeppam.

Tingkat kompleksitas untuk menghasilkan keputusan yang tepat dalam menciptakan anggaran modal dan struktur modal yang optimal memaksa perusahaan untuk lebih peka terhadap kegiatan penghimpunan dana. Berdasarkan teori Packing Order bahwa perusahaan harus mengoptimalkan penggunaan sumber dana internal sebelum memutuskan untuk menghimpun dana eksternal (Myers 1984). Apabila perusahaan sudah tidak mampu membiayai aktifitas operasi dengan menggunakan sumber dana internal maka perusahaan dapat menerbitkan hutang atau Obligasi dengan jangka waktu tertentu. Adanya hutang yang disebabkan oleh sumber pembiayaan dari luar (Eksternal) akan berdampak langsung pada nilai dan aktifitas operasional perusahaan. Selain itu, menggunakan hutang dalam batasan tertentu akan berpengaruh terhadap peningkatan nilai perusahaan.

Sumber dana eksternal kedua yang dapat dihimpun perusahaan untuk melakukan ekspansi adalah dengan cara menerbitkan saham dan melakukan Proses IPO (Initaial Public Offering). IPO yang dilakukan perusahaan dapat menstimulasi para investor untuk turut memiliki andil terhadap kepemilikannya atas perusahaan. Investor yang membeli saham perdana melalui Underwriter  melakukan transaksi yang disebut pembelian saham di pasar primer (pasar perdana). Selain pasar perdana kita mengenal istilah lainnya seperti pasar sekunder. Pasar sekunder merupakan tempat dimana para calon investor dapat membeli saham yang dijual perusahaan di lantai bursa, dengan kata lain, calon investor yang tidak dapat melakukan pembelian saham perdana di pasar primer dapat melakukan pembelian saham di pasar sekunder.

Aktifitas IPO yang dilakukan perusahaan dapat berakhir dengan kesuksesan maupun kegagalan, saham baru yang diperdagangkan biasanya dijual sedikit lebih murah agar para investor tertarik untuk membeli saham tersebut. Penjamin emisi atau pihak underwriter tidak ingin mengambil resiko menjual saham di pasar primer dengan harga yang mahal. Perbedaan harga yang terjadi dapat mempengaruhi preferensi investor terhadap saham tersebut. Untuk mengatasi resiko tidak terjualnya saham, maka underwriter atau penjamin efek menjual saham dengan harga yang murah pada saat IPO sehingga banyak calon investor berlomba-lomba utuk memesan saham tersebut.

Pada tahun 2010 tercatat sudah banyak perusahaan yang melakukan IPO  seperti, Bank Sinarmas Tbk (BSIM) melakukan IPO pada tanggal 13 Desember 2010 dan harga sahamnya ditetapkan sebesar Rp 150 per lembar saham. Underwriter yang ditunjuk hanya 1 dan berasal dari dalam negeri yaitu PT Sinarmas Sekuritas yang masih dalam satu grup dengan BSIM. Krakatau Steel Tbk (KRAS) melakukan IPO pada tanggal 10 November 2010 di tingkat harga Rp 850 per lembar saham. KRAS menunjuk PT Bahana Securities, PT Mandiri Securities dan PT Danareksa Sekuritas yang kesemuanya berasal dari dalam negeri. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melakukan IPO pada tanggal 7 Oktober 2010 di tingkat harga Rp 5.395 per lembar saham. ICBP menggunakan empat underwriter yang berasal dari luar negeri seperti PT Kim Eng Securities, PT Credit Suisse Securities Indonesia dan PT Deutsche Securities sedangkan PT Mandiri Sekuritas sebagai satu – satunya yang berasal dan dalam negeri.

Salah satu Perusahaan yang di nilai gagal dalam melakukan IPO adalah PT. Garuda Indonesia. PT Garuda Indonesia (Persero) menawarkan harga saham Rp750-1.100 per unit.  Dan jumlah  saham perdana yang dilepas sebanyak 28,93 persen dan 7,54 persen divestasi saham milik PT Bank Mandiri Tbk di Garuda. Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk ditutup melorot ke Rp 620 dari harga perdana Rp 750 atau turun sekitar 17,33 persen, tepat pada hari pertama pencatatan di Bursa Efek Indonesia, Jumat pekan lalu. Dari total saham yang ditawarkan sebanyak 6,335 miliar saham, 3,008 miliar saham atau setara dengan Rp 2,25 triliun di antaranya harus diserap oleh para penjamin pelaksana emisi (joint lead underwriters) yang notabene anak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Total saham Garuda yang ditawarkan adalah 6,33 miliar lembar saham dengan total dana yang dihimpun Rp 4,75 triliun. Dengan melorotnya harga saham Garuda maka  pemerintah sendiri yang pada akhirnya harus membeli saham Garuda .

PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PROSES IPO

Sebelum emisi, rencana manajemen perusahaan mencari dana melalui go public mesti dibawa ke forum rapat umum pemegang saham (RUPS) atau rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) untuk dimintakan persetujuan. Setelah persetujuan diperoleh, emiten kemudian harus mencari dan menunjuk pihak-pihak tertentu untuk menjamin emisi dan membantu menyiapkan kelengkapan dokumen emisi.

Pihak-pihak yang terlibat tersebut meliputi perusahaan efek, profesi penunjang dan lembaga penunjang. Perusahaan efek dalam proses IPO bertindak sebagai penjamin dan membantu emisi. Perusahaan efek dapat pula berfungsi sebagai Penjamin Pelaksana Emisi, Penjamin Emisi, sekaligus sebagai Agen Penjual.

Profesi penunjang yang diperlukan mencakup:

1        Akuntan  Publik  (auditor  independen)  untuk  melakukan  audit  atas  laporan keuangan 2 tahun terakhir.

2        Notaris  untuk melakukan perubahan atas  Anggaran Dasar,  membuat  akta-akta

perjanjian dalam rangka  penawaran  umum dan juga  notulen-notulen rapat.

3        Konsultan  Hukum  untuk  memberikan  pendapat  dari  segi  hukum  (legal opinion).

Sedangkan lembaga penunjang yang berperan antara lain:

1        Wali Amanat sebagai wali dari kepentingan investor (untuk emisi obligasi)

2        Penanggung (Guarantor)

3        Biro Administrasi Efek

4        Kustodian untuk tempat penitipan harta.

PROSES IPO

Perusahaan yang menerbitkan saham ke publik untuk pertama kalinya disebut emiten. Saham yang diterbitkan ke publik biasanya merupakan saham biasa (common stocks) bukan saham istimewa (preferred stocks). Common stocks merupakan jenis saham biasa yang digunakan untuk memiliki hak kepemilikkan atas perusahaan  emiten tersebut  dan dapat menerima deviden dari emiten pada akhir tahun jika emiten tersebut  membagikan dividen ke para pemegang saham. Sedangkan preferred stocks merupakan saham utama yang digunakan sebagai tanda kepemilikan perusahaan emiten dan investor pasti akan mendapatkan sejumlah deviden yang nilainya sudah ditentukan sebelumnya. Pemegang saham preferen akan mendapatkan hak modalnya terlebih dahulu setelah pemberi hutang dan sebelum pemegang common shares jika sewaktu – waktu perusahaan  tersebut  bangkrut atau di likuidasi.

Emiten dalam menerbitkan sahamnya biasanya dibantu oleh underwriter yang merupakan investment bankers. Emiten biasanya menggunakan jasa underwriter untuk menerbitkan saham untuk menetapkan harga yang cocok untuk dapat ditawarkan dan timing saham tersebut  diterbitkan. Emiten dapat menggunakan jasa underwriter yang terdiri dari hanya satu investment bankers ataupun dari sindikasi investment bankers yang dipimpin oleh satu Lead Underwriter. Underwriternya juga dapat berasal baik dari dalam dan luar negeri emiten tersebut  berasal. Penunjukkan tersebut  berdasarkan strategi yang digunakan oleh emiten atas proses IPOnya.

Proses go public tetap menggunakan prosedur yang berlaku, sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku, tanpa sedikit pun manajemen BEI terlibat di dalamnya. Karena memang dalam proses go public ini, pintu pertama yang harus dilakukan adalah Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (BapepamLK). Karena berdasarkan struktur dan UU Pasar Modal, lembaga pemerintah ini yang diberikan tanggung jawab terhadap proses go public hingga pasar perdana (pasar primer). Proses go public, secara sederhana dikatakan sebagai kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual saham atau Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Oleh karena penawaran umum sebuah aktivitas dari sebuah perusahaan maka setidaknya ada tahapan-tahapan yang mesti dikerjakan oleh perusahaan yang akan melakukan penawaran umum ini. Terlebih lagi penawaran umum tersebut mencakup penjualan saham di pasar perdana, penjatahan saham, pencatatan di bursa efek. Dari tahapan-tahapan tersebut BEI membagi beberapa tahapan kerja dari sebuah proses go public.

TAHAP PERSIAPAN

Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses go public. Pada tahap persiapan ini yang paling utama yang harus dilakukan sebuah perusahaan yang akan go public adalah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham terlebih dulu (RUPS). RUPS bagi sebuah perusahaan merupakan hak penting dan merupakan kaidah yang diatur dari UU Perseroan Terbatas. Go public harus disetujui terlebih dulu oleh pemegang saham. Karena go public akan melibatkan modal baru di luar pemegang saham yang ada maka perlu diputuskan apakah kehadiran modal baru itu nantinya akan mengubah masing-masing kepemilikan para pemegang saham lama. Berapa modal yang dibutuhkan, dan berapa modal yang mesti disetor masing- masing pemegang saham harus terjawab dan memperoleh persetujuan oleh pemegang saham lama. Mekanisme RUPS yang dilakukan perusahaan yang akan go public ini merupakan mekanisme RUPS sebagaimana yang ditetapkan leh UU PT. Setelah memperoleh persetujuan go public ini maka perusahaan mulai mempersiapkan penjamin emisi (underwriter) dari perusahaan itu. Underwriter adalah perusahaan efek yang nantinya akan menjembatani perusahaan efek tersebut ke pasar modal. Sebagai penjamin maka perusahaan efek itu akan menyiapkan dokumen dan bersama dengan perusahaan menunjuk pihak-pihak seperti akuntan publik, konsultan hukum, notaris, perusahaan penilai (appraisal), dan faktor-faktor lain yang sifatnya adminsitrasi.

Akuntan publik dibutuhkan untuk menilai berbagai pernyataan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan, konsultan hukum, tentunya antara lain melakukan audit hukum atas aspek hukum dari bisnis, aset dan berbagai produk hukum yang pernah dikeluarkan dan yang akan dikeluarkan perusahaan. Sedangkan notaris ditunjuk antara lain untuk mencatat setiap keputusan yang diambil perusahaan daam rangka proses go public. Tugas notaris antara lain berkaitan dengan perubahan modal disetor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Appraisal atau perusahaan penilai bertugas untuk menilai aset perusahaan khususnya dari sisi nilai. Dengan adanya appraisal ini berarti bisa diketahui nilai perusahaan, nilai modal sehingga nantinya bersama dengan komponen-komponen lainnya, kinerja keuangan dan operasional bisa dikeluarkan nilai dan harga saham yang layak bila perusahaan itu akan go public.

TAHAP PENGAJUAN PERNYATAAN PENDAFTARAN

Dalam tahap ini, perusahaan bersama underwriter membawa dokumen yang terangkum dalam prospektus ringkas perusahaan ke Bapepam-LK. Prospektus ringkas merupakan keterangan ringkas mengenai perusahaan dalam minimal dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk itu prospektus harus secara ringkas dan padat memuat berbagai informasi terkait dengan perusahaan, mulai dari company profile, kinerja operasional perusahaan seperti, neraca rugi laba, proyeksi kinerja perusahaan serta untuk kepentingan apa dana masyarakat itu dibutuhkan. Pada tahap ini jangan heran kalau perusahaan beserta penjamin emisinya, konsultan hukum, notaris dan akuntan publik serta appraisal, akan sering modar-mandir ke Bapepam-LK. Sebab pada tahap ini seluruh pernyataan para profesi pendukung pasar modal itu (notaris, konsultan hukum dan akuntan), termasuk appraisal dan penjamin emisi mulai diperiksa secara detil, satu per satu lengkap dengan dokumen pendukungnya. Pada tahap inilah seleksi tersebut berlangsung. Kalau penjamin emisi memperkirakan harga jual sahamya Rp 6.000 per saham, maka dokumen pendukung tentang itu harus ada, jelas dan transparan.

TAHAP PENJUALAN SAHAM

Dipastikan kurang dari 38 hari Bapepam-LK sudah memberikan jawaban atas pernyataan pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public ini. Kalau setelah melakukan pendaftaran dan tidak ada koreksi maka pada periode waktu tersebut, pernyataan tersebut otomatis menjadi efektif. Apabila perusahaan itu sudah dinyatakan efektif, berarti saham dari perusahaan itu sudah bisa dijual. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum (initial public offering/IPO).

Dalam konteks pasar modal penjualan saham melalui mekanisme IPO ini disebut dengan penjualan saham di pasar perdana, atau biasa juga disebut dengan pasar perdana. Penjualan saham dalam pasar perdana mekanismenya diatur oleh penjamin emisi. Penjamin emisi yang akan melakukan penjualan kepada investor dibantu oleh agen penjual. Agen penjual adalah perusahaan efek atau pihak lain yang ditunjuk sebelumnya dan tercantum dalam prospektus ringkas. Oleh Bapepam-LK bagi perusahaan yang akan tercatat di BEI penjualan saham dalam IPO ini waktunya relatif terbatas, dua atau tiga hari saja. Tapi bagi perusahaan yang setelah menjual sahamnya tidak mencatatkan di BEI maka penjualan sahamnya bisa lebih lama lagi. Dan tentunya akan sangat tergantung dari prospektus yang diajukan pada pernyataan pendaftaran.

Hingga tahap IPO ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai perusahaan publik. Gelar di belakang perusahaan menjadi Tbk (kependekan dari Terbuka). Sebagaimana diungkap sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan sahamnya di BEI setelah IPO bisa juga tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public sama sekali tidak ada keharusan bagi saham sebuah perusahaan untuk langsung tercatat (listed).

TAHAP PENCATATAN DI BEI

Setelah melakukan penawaran umum, perusahaan yang sudah menjadi emiten itu akan langsung mencatatkan sahamnya maka yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah apakah perusahaan yang melakukan IPO tersebut memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku di BEI (listing requirement). Kalau memenuhi persyaratan, maka perlu ditentukan papan perdagangan yang menjadi papan pencatatan emiten itu. Dewasa ini papan pencatatan BEI terdiri dari dua papan: Papan Utama (Main Board) dan Papan Pengembangan (Development Board). Sebagaimana namanya, papan utama merupakan papan perdagangan bagi emiten yang volume sahamnya cukup besar dengan kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan papan pengembangan adalah khusus bagi pencatatan saham- saham yang tengah berkembang. Kendati terdapat dua papan pencatatan namun perdagangan sahamnya antara papan utama dan papan pengembangan sama sekali tidak berbeda, sama-sama dalam satu pasar.

KESIMPULAN

IPO yangg dilakukan oleh perusahaan dapat berujung pada sebuah kesuksesan besar maupun kegagalan. Investor akan menjadi faktor kunci dalam aktifitas Initial Public Offering dimana investor merupakan pemberi dana yang akan berpengaruh langsung terhadap kemajuan ataupun  kemunduran sebuah perusahaan. Perusahaan yang ingin  menerbitkan saham perdana dan melakukan go public harus mempersiapkan seluruh persiapan dengan matang dengan memperhitungkan resiko berkurangnya hak kepemilikan atas perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Dominic. H.T. (2008). Berinvestasi di Bursa Saham “Mengapa Orang Awampun Bisa Melakukannya”. PT. Elex Media Komputindo: Jakarta.

Ragupathy., M.B. (2011). Initial Public Offering A Critical Review of Literature. The IUP Journal of Behavioral Finance, Vol. VIII, No. 1, 2011. 41-50.

Subardi, Agus dan Lita Kusumasari. (2001). Mengenal Pasar Modal dan analisisTeknikal . Jurnal Akuntansi dan Manajemen STIE YKPN, Februari.

Advertisements

About bertousman

Many people say that to be different is exclusive, it is in line with what my friend had already said to me "Form is temporary, but Class is permanent". I absolutely agree with this one.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 42,973 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Calendar

July 2011
M T W T F S S
« Jun   Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Twitter Updates

Archives

Top Clicks

  • None
Danny Machal

Podcast fiction from a writer on the road to being published.

bertousman

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

bayu sindhu raharja's blog

sekedar tulisan ringan, sebagai pelepas gundah dan resah di hati

Belajar Menulis

Ketika Ibu-Ibu Iyik Sok Asik Ngeblog

rifyal dahlawy chalil

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

About Me

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Belajar Metoda Penelitian

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Triya Andriyani

Sedikit Bercerita

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: