//
you're reading...
Matrikulasi dan teman2 baruku

(part 6) MATRIKULASI DAN TEMAN2 BARUKU

Mentari terbit dengan indah seolah berlomba bersama iringan kokok ayam yang memecah subuh. Sinar surya yang terpecah diantara tumpukan awan, menyisakan pemandangan indah dengan ruas-ruas sinar yang berakhir tepat menembus dedaunan hijau. Tak terasa, pagi ini menjadi hari bersejarah, Ya tentu saja begitu, setiap hari adalah sejarah bukan? Hanya masa depan yang belum sempat untuk diraba. Berbekal semangat muda yang membara, kita semua yang membaca kelanjutan kisah ini pasti selalu tertawa untuk mencoba kembali mengingat semua hal yang pernah kita lalui bersama.

Dengan mantap kumainkan jari menapak tilas jejak masa lalu ini. Kucoba untuk kembali mengingat memori-memori apa saja yang belum tertuang di atas kertas ini. Banyak kisah, banyak hal konyol dan indah yang mewarnai suka dan duka selama kita menuntut ilmu kawan. Tak terasa program matrikulasi ini telah berakhir sesuai dengan jadwalnya. Banyak Pengalaman baru yang menanti di ujung jalan sana untuk segera kita jemput. Masih ingatkah kalian ketika kita semua berpakaian kuning dengan bawahan hitam? Ya benar.. itulah hari pertama kita mengalami kejadian yang di sebut OSPEK mahasiswa baru.

Hari yang indah, tapi mataku terasa sangat berat untuk dibuka. Betapa tidak, semalaman kami berlima tidak memejamkan mata hanya karna direpotkan oleh atribut-atribut yang tidak seberapa. Andri, Khalil, Ihksan, Ridho dan aku sendiri bersesakan di sebuah kamar yang berukuran 3×2 meter. Malam itu kami disibukan oleh berbagai macam kalung permen, nametext, dan hal apapun itu yang nantinya akan menjadi sebuah keharusan bagi setiap mahasiswa baru.

Malam ini tepat sehari sebelum kami semua mengalami penyiksaan berujung kebodohan dan keluguan massal. Akupun selalu tertawa bila mengingat hal itu. Kami semua diwajibkan untuk mengikuti program ospek selama 3 hari penuh. Entah tradisi dari mana program ini, apakah kita wajib mengikutinya? Pertanyaan ini selalu berbayang dibenakku dan akhirnya akupun bertanya pada ayah tentang pengalamannya selama kuliah dulu.  Tanpa pikir panjang ayah bercerita bahwa yang namanya ospek itu dulu disebut dengan Plonco. Temannya pun pernah kehilangan mata akibat ulah kakak-kakak tingkatnya yang tidak bertanggung jawab. Sontak aku terkejut, masa iya sampai separah itu. Ternyata benar yang diceritakan ayah. lanjut cerita teman ayahku yang berasal dari jambi dipaksa oleh seniornya untuk masuk ke dalam laut.  Kebetulan pada saat itu matahari masih belum terbit, tepatnya jarum jam menunjukan pukul 03.00 subuh sehingga jelas saja tak ada satu bendapun yang bisa dipandangi karena samarnya kondisi pada saat itu. Ayah bercerita bahwa dengan terpaksa seorang temannya mengikuti instruksi yang terkesan bodoh. “Ya Mau tak mau yang namanya junior harus selalu tunduk perintah junior” ungkap ayah.

Hawa yang menusuk tulang, dingin yang tak tertahankan, ditambah lagi direndam dalam muara semalaman menjadi kisah tak terlupakan bagi ayahku. Ceritapun berlanjut, akhirnya seorang teman yang diceritakan ayah tadi masuk ke dalam laut. Walaupun airnya tak dalam, tetapi banyak karang yang mengelilingi daerah tersebut. Tiba-tiba banyak sekali Hardikan lantang yang terdengar dengan nyaring. Samar-samarnya pandangan membuat mata susah untuk menerawang langkah. Singkat cerita, teman ayahpun melangkahkan kakinya ke arah laut, Tanpa sengaja dia menginjak karang licin yang bentuknya tak sempurna. Rongga-rongga karang tersebut menyisakan ruang agar kaki siapapun yang tersangkut di dalamnya dapat jatuh seketika. Brakkkkk…..!!! teman ayahku terjatuh dan seketika mata kanannya tersangkut disebuah karang. Darah bercucuran deras disekujur bajunya dan detik itu juga teman ayah tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pagi itu benar-benar gempar, akhirnya teman ayahku dibawa keluar dari lokasi ospek. Semua senior sempat melakukan briefing dan mengumumkan bahwa kegiatan plonco dihentikan.

Dibalik tragedi tersebut aku selalu berfikir, apakah hal yang sama juga akan terjadi pada kami? Jawabnya tentu saja tidak. Cerita itu jaman kapan ya..? Itu kan cerita ketika ayahku masih muda, Ya kira-kira seumur kita sekarang yang tengah bersiap-siap untuk diospek oleh senor-senior gila. Haha..

Pukul 07.00 tepat, semua mahasiswa sudah harus berkumpul di depan gerbang unib depan. Semuanya membentuk kelompok-kelompok kecil. Seingatku bukan hanya kami saja yang diinstruksikan untuk berkumpul di Unib depan, tetapi teman-teman dari fakultas lain seperti Pertanian dan fakultas Hukum juga berkumpul di lokasi yang sama. Seluruh mahasiswa diminta agar tidak diantar oleh orang tua ataupun sanak saudara lainnya, dan yang paling parah, ada saja mahasiswa yang diminta berjalan dari simpang POM bensin Rawa makmur hingga sampai ke Unib depan. Sangat jelas teringat bahwa mahasiswa-mashasiswa yang berjalan kaki tersebut adalah teman-teman dari fakultas pertanian. Kejadian ini sangat lucu, betapa tidak, attribut yang mereka kenakan sangat aneh. Mulai dari kaus kaki bola yang belang-belang, celana training dengan sepatu hitam, dilengkapi kalung cabe, terong, jengkol, petai, tas yang terbuat dari karung gandum dan topi penyihir yang sengaja khusus dibuat dari karton hitam.

Aku, Andri dan Ihksan tertawa saja melihat tingkah mereka, ada yang kena marah karena ketahuan diantar oleh orang tuanya, ada yang dimarahi karena membawa kendaraan sampai pintu gerbang, dan ada juga yang terlambat tiba di gerbang. Mahasiswa-mahasiswa yang melanggar peraturan ini selanjutnya dibariskan dalam sebuah kelompok khusus. Kelompok ini akan menerima ganjaran karena tidak mematuhi aturan yang telah di buat oleh senior. Teman-teman yang tergabung dalam kelompok tersebut akan dihadiahi dengan berbagai macam hukuman. Diantaranya ada yang diminta push up, lari jongkok, menari, bernyanyi, hingga diminta untuk merayu sesama mahasiswa dengan bekal setangkai bunga Bougenville.. hahaha lihat foto dibawah…!!

Selanjutnya, terdengar Teriakan yang lantang dari seberang jalan. Kebetulan kami baru saja turun dari angkutan umum. Laki-laki tersebut menghardik ke arah kami. “Hayo cepat.. dasar pemalas, dari mana saja kalian? Attribut sudahlah yang paling sederhana, masih juga terlambat” wah ini pengalaman pertama kena damprat oleh senior yang nantinya baru kusadari bahwa mahasiswa tersebut adalah kakak tingkatku ketika SMA. Siapa dia? Namanya Bang Gery Chartom temannya Bang Choliq. hahaha

Keteganganpun dimulai, banyak sekali teman-teman sesama mahasiswa baru terpaksa harus terpisah dari barisan karena ditarik oleh beberapa senior. Inilah awal malapetaka tersebut. Salah seorang teman yang sudah kukenal sejak SMA terpaksa harus keluar dari barisan karena beberapa kesalahan yang telah dibuatnya. Anang, Rahman dan Ferdi pada awalnya berada satu barisan denganku, tetapi mereka dipaksa untuk mencium dan memeluk sebuah mobil kijang. lihat saja foto ini. lokasi tersebut tepat di depan batu besar yang posisinya persis menghadap ke arah gedung C, Masih ingatkah kalian teman-teman…???? hahahaha (Bersambung)..

Advertisements

About bertousman

Many people say that to be different is exclusive, it is in line with what my friend had already said to me "Form is temporary, but Class is permanent". I absolutely agree with this one.

Discussion

2 thoughts on “(part 6) MATRIKULASI DAN TEMAN2 BARUKU

  1. wkwokwokwowkowkowkowkowkwokwokwok!! woi iko kapan ado??? wkowkowko!

    Posted by MUhammad Arman | December 31, 2011, 2:33 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 44,395 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Calendar

December 2011
M T W T F S S
« Oct   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Twitter Updates

Archives

Danny Machal

Podcast fiction from a writer on the road to being published.

bertousman

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

bayu sindhu raharja's blog

sekedar tulisan ringan, sebagai pelepas gundah dan resah di hati

Belajar Menulis

Ketika Ibu-Ibu Iyik Sok Asik Ngeblog

rifyal dahlawy chalil

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

About Me

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Belajar Metoda Penelitian

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Triya Andriyani

Sedikit Bercerita

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: