//
you're reading...
Mengejar Beasiswa (Pursuing Scholarships)

Mengejar Beasiswa Part I

Mengejar Beasiswa Part I

       Pada saat saya menulis tulisan ini, secara tidak sengaja saya melihat tweet dari salah seorang teman yang kebetulan menjadi inspirator saya untuk tetap terus berjuang dalam melakukan pengejaran beasiswa. Seorang teman yang merupakan lulusan dari Universitas Indonesia dan juga tamatan School of Economic dari Touluse University of France ini merupakan motivator saya untuk tetap gigih dalam memperjuangkan beasiswa yang kini telah saya peroleh. Memang benar bahwa beasiswa pendidikan pasca sarjana yang saya peroleh ini bukanlah beasiswa luar negeri seperti yang didapatkan oleh teman saya tadi, melainkan beasiswa dalam negeri yang diperoleh dengan sistem ongoing. Namun demikian, kisah-kisah dan perjuangan yang dituangkan teman tersebut ke dalam blognya sangat menginspirasi saya untuk turut menceritakan pengalaman-pengalaman yang saya alami pada saat mengejar beasiswa dalam negeri. Mungkin suatu saat, tulisan ini dapat berguna untuk  teman-teman yang memiliki hasrat tinggi untuk melanjutkan pendidikan tetapi terbatas pada anggaran. Satu hal lagi yang paling penting, tentu saja tulisan ini diharapkan dapat tetap menginspirasi saya untuk kembali berjuang dalam melakukan perburuan beasiswa S3.

       Apabila kita mencoba untuk mencari tahu berbagai macam informasi mengenai beasiswa melalui Google, maka kita akan menemukan paling tidak sekitar 49.200.000 pencarian dalam rentang waktu yang relatif singkat, yaitu hanya 0,17 detik.

Sumber : Google.

        Dari hasil pencarian tersebut, kita dapat memperkecil skala pencarian informasi dengan memasukan beberapa keyword yang lebih sempit, seperti “beasiswa dalam negeri” ataupun “beasiswa luar begeri”. Tentu saja, kebanyakan lembaga sponsor atau penyandang dana yang bertindak sebagai pemberi beasiswa ini berasal dari institusi dalam negeri dan luar negeri. Pada umumnya, publikasi beasiswa yang ditawarkan oleh penyandang dana atau sponsor tersebut diumumkan melalui web. Pengumuman ini diturunkan baik secara langsung maupun tidak langsung ke perguruan tinggi, dan juga dipublikasikan melalui berbagai media dalam bentuk kerjasama yang dilakukan dengan lembaga-lembaga penunjang lainnya.

        Kebanyakan para pencari beasiswa sudah memiliki interest masing-masing mengenai bentuk dan tipe beasiswa yang sedang mereka buru. Tetapi, beberapa pencari beasiswa belum sepenuhnya memiliki informasi yang relevan tentang beasiswa yang mereka inginkan. Ada satu kutipan yang selalu saya ingat dan kutipan tersebut selalu membekas dalam pikiran saya. “jadilah penguasa informasi agar kita dapat selalu selangkah lebih maju”. Benar saja, orang pertama yang memiliki informasi memiliki kecenderungan keberhasilan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang yang terlambat mendapatkan informasi. Dengan begitu, kita dapat memanfaatkan beberapa media seperti koran, majalah pendidikan ataupun internet yang dapat dilanggan dengan menggunakan e-mail sebagai media penyedia informasi.

       Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya pada saat mengejar beasiswa unggulan dalam negeri yang diluncurkan oleh DIKTI pada pertengahan tahun 2011. Beasiswa ini merupakan program beasiswa perdana yang ditujukan untuk calon dosen dan juga tenaga pendidik yang memiliki minat untuk bekerja sebagai akademisi. Dapat dilihat di http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/ atau di http://beasiswa.dikti.go.id/bu/. Hal pertama yang penting kita ketahui adalah, apakah bentuk beasiswa yang kita buru tersebut mengharuskan kita untuk memiliki interest ke dalam ranah akademis atau praktis? Pertanyaan itulah yang sebelumnya harus dijawab, karena ranah yang disediakan oleh lembaga pendidikan ataupun universitas, memiliki segmen tertentu yang dapat mengarahkan minat dan bidang  kerja kita di masa yang akan datang. Untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai beasiswa ini, anda dapat memanfaatkan Google dan memasukan keyword berupa “beasiswa unggulan dikti” ke search engine Google seperti Gambar 2 di bawah ini.

Sumber : Google.

       Secara spesifik, Beasiswa Unggulan (BU) yang ditawarkan oleh DIKTI kepada para calon dosen maupun calon tenaga pendidik ini, dapat berupa pendidikan yang dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri. Tidak ada perbedaan yang berarti untuk kualifikasi calon pendaftar beasiswa tersebut. Hanya saja, untuk pelamar yang menginginkan sekolah di luar negeri diharuskan untuk memiliki skor TOEFL minum sebesar 550. Skor TOEFl yang disyaratkan harus berupa TOEFL internasional, ITP ataupun IBT dan tidak diperbolehkan memasukan hasil TOEFL yang dilakukan dengan menggunakan prediction test. Selain itu, apabila kita menyasar Amerika atau Eropa sebagai negara Universitas tujuan, maka ada beberapa persyaratan tambahan seperti skor GRE atau GMAT, yang di dalam negeri biasa kita kenal sebagai TPA (Test Potensi Akademik)

       Banyak berkas maupun persyaratan berupa file-file ataupun sertifikat berharga yang dapat dipergunakan untuk memperkuat nilai jual anda. Sertifikat-sertifikat ataupun piagam penghargaan tersebut dapat dirangkum ke dalam sebuah CV (Curiculum Vitae). CV ini dapat dimasukan pada saat anda melakukan pendaftaran online dan mengirimkan hardcopy-nya langsung ke alamat yang disediakan oleh DIKTI. Pastikan bahwa anda telah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan berkas administrasi, seperti softcopy data mulai dari ijazah, sertifikat penghargaan (seperti penghargaan lulusan termuda, terbaik, lulusan cumlaude, terbaik 3 besar, atupun sertifikat penghargaan lainnya yang berhubungan dengan kapabilitas akademik). Berbagai berkas penunjang ini nantinya akan sangat membantu pada saat assesor melakukan penilaian terhadap berkas yang kita ajukan.

       Proses seleksi yang dilakukan assesor terhadap berkas-berkas calon pelamar ini akan memakan waktu yang cukup lama. Untuk itu disaran pada para pelamar untuk terus mengupdate informasi yang berkaitan dengan beasiswa ini. sebagian besar perlamar yang dinyatakan tidak lolos banyak tersangkut ditahap seleksi administrasi. Oleh sebab itu, persiapan berkas administrasi menjadi faktor krusial dalam menunjang keberhasilan pelamar untuk masuk ke tahap penilaian selanjutnya.

      Penyandang dana ataupun sponsor pada umumnya menyediakan beasiswa dalam bentuk pendanaan yang penuh (full) ataupun  tidak penuh (ongoing). Beasiswa yang dibiayai secara penuh diperuntukan untuk pelamar yang benar-benar memulai tahapan seleksi dari awal dengan cara mengikuti tes masuk perguruan tinggi yang berbarengan dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak penyandang dana. Sedangkan beasiswa ongoing merupakan beasiswa yang diberikan oleh penyandang dana dalam hal ini  DIKTI kepada mahasiswa yang sudah menjalani studi minimal satu semester. Bagi penerima beasiswa dengan sistem ongoing, dana-dana seperti pembiayaan SPP maupun biaya hidup akan segera diganti oleh DIKTI. Untuk biaya hidup, tunjangan penelitian dan biaya buku pada tahun 2011 adalah sebesar 1.900.00 perbulan dan pada tahun 2012 menjadi 2.350.000 perbulan. Apabila anda menginginkan informasi lebih lanjut mengenai panduan beaiswa unggulan, anda bisa download  ke link berikut:

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CFMQFjAB&url=http%3A%2F%2Fbeasiswa.dikti.go.id%2Fbu%2Findex.php%2Fdownload%2Ffile%2Fpanduan_bu_diktendik_201211&ei=YtgAUOaOC8rNrQfph7mbBg&usg=AFQjCNHavcnib9Cw45O8zT4WtlqbewcbEg&sig2=AcYUHWhjzX25GvfW_aR9PA

      Banyak sekali pencari beasiswa yang mengeluh tentang kesulitan-kesulitan yang mereka temui pada saat memburu beasiswa yang mereka ingingkan. Tentu saja, untuk dapat memperoleh ikan yang besar kita harus dapat bersabar dan melakukan pengorbanan yang tidak sedikit. Dengan begitu, persistensi, determinasi dan konsistensi diri yang tinggi dapat menjadi faktor yang paling dominan untuk terus menjaga motivasi dan semangat dalam mencari beasiswa yang diinginkan. Untuk tulisan berikutnya, saya akan menceritakan kisah hidup, proses berburu dan pengalaman dalam mengejar beasiswa Unggulan DIKTI.

Bersambung..

Advertisements

About bertousman

Many people say that to be different is exclusive, it is in line with what my friend had already said to me "Form is temporary, but Class is permanent". I absolutely agree with this one.

Discussion

6 thoughts on “Mengejar Beasiswa Part I

  1. Bener banget tuh! Mau cari beasiswa jurusan apa aja, beasiswa penuh atau parsial, ke negara mana aja, tinggal kemauan kita serajin apa ngubek2 mbah google. Gak usah malu jadi scholarship hunter. Hahahaha..

    Posted by Tania Rorimpandey | July 20, 2012, 3:45 am
  2. Mantap.. surantap, cerita yang sangat menginspirasi.. keep fighting.. !!

    Posted by Albert Farma | July 20, 2012, 11:44 am
  3. Tania, hayo kita cari beasiswa S3 bareng.. minta saran dari om Ubay yuk, kan beliau rajin ke yurep, pasti banyak link, ditambah info dari Om Google juga deh. haha

    Albert.. thanks Bro

    Posted by bertousman | July 20, 2012, 12:27 pm
  4. salam…
    Alhmdllh sy lulus BU Dikti s2 thn ini.. Olh krn itu sya minta bantuan’a mas u/ bbagi pngalaman’a mngenai prosedur pcairan dana dikti..
    1). Pcairan uang saku yg sbesar 2jt an itu apakh lgsg ke rekng qt or mlalui univ. T4 Qt kuliah beasswa.. Biasa’a yg sudah2 pcairn itu ontime tiap bln atau drapel brp bln..?
    2). Pcairan dana pendidikn yg dtanggung dokti apakh lgsg dialokasikn ke univ.tsb atau melalui rek. qt..?
    3). Ada pbedaan ga antara pngirimn uang saku di thn ptama dg thn kdua pkuliahn…? Krn d thn kdua qt mrpkn psiapn u/ penelitian n tesis.. Apkh dana penlitian’a lgsg dialokasikn ke univ.?? Atau dberikn nomina’a msh sma sprti pngirimn thn ptama..?

    Trimksh info’..mohon pencerahan’a.. ^_ ^

    Posted by fathina | August 17, 2012, 12:25 am
    • Selamat bergabung menjadi anggota penerima BU Dikti mbak Fathina.

      1. Pencairan uang saku (biaya hidup perbulan) tersebut tidak langsung ke rekening kita, tetapi melalui unit penyelenggarakan kampus yang dikelola oleh direktorat keuangan masing-masing universitas. Pencairan akan dilakukan setiap tanggal 15 dan uang beasiswa akan langsung masuk ke rekening tabungan kita.

      2. Dana pendidikan yang ditanggung oleh Dikti terlebih dahulu akan dialokasikan ke masing-masing Universitas. Dengan begitu, biaya SPP tiap semester harus kita tanggulangi dahulu dengan uang pribadi, setelah itu kita bisa mengklaim dana pendidikan tersebut dengan melampirkan slip pembayaran SPP yang asli ke direktorat keuangan kampus.

      3. Kalau saya dulu, ada perbedaan nominal dari segi peningkatan pembayaran biaya hidup. Pada tahun 2011, saya menerima sekitar 1,9jt-an perbulannya dan di tahun 2012 saya menerima 2,3jt-an perbulannya. Sedangkan untuk biaya penelitian, anda harus mengajukan proposal tersendiri melalui direktorat keuangan kampus agar dana penelitian tesis yang diajukan tersebut dapat diproses. Biasanya DIKTI akan menilai kelayakan proposal kita, sehingga dana penelitian yang anda ajukan nantinya akan dipertimbangkan kembali oleh DIKTI.

      Salam

      Posted by bertousman | August 17, 2012, 6:24 am
  5. Useful info. Lucky me I discovered your site by accident, and I am stunned why this twist of fate didn’t came about in advance! I bookmarked it.

    Posted by Faustino Flom | November 25, 2016, 9:43 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 45,371 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Calendar

July 2012
M T W T F S S
« Jun   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Twitter Updates

Archives

Top Clicks

  • None
Danny Machal

Podcast fiction from a writer on the road to being published.

bertousman

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

bayu sindhu raharja's blog

sekedar tulisan ringan, sebagai pelepas gundah dan resah di hati

Belajar Menulis

Ketika Ibu-Ibu Iyik Sok Asik Ngeblog

rifyal dahlawy chalil

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

About Me

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Belajar Metoda Penelitian

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Triya Andriyani

Sedikit Bercerita

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: