//
you're reading...
Academic Manuscript (popular and non popular)

2028 Akhir Dunia? Protokol Kyoto tak lagi berlaku.. Apa Hubungannya Dengan Pembubaran BP Migas di Indonesia?

Sejalan dengan tulisan yang dimuat oleh Yahoo.com  (4 hari lalu: http://id.berita.yahoo.com/2028-akhir-dunia.html) yang mempublikasikan tulisan dari seorang professor di Amerika yang mencoba menghitung  waktu kiamat secara matematis, bukan tidak mungkin bahwa Bumi akan segera punah dalam 15 tahun ke depan. Salah satu faktor yang menjadikan usia Bumi semakin pendek adalah karena kegiatan revolusi industri yang sudah tidak terkendali lagi. Apabila suhu permukaan Bumi meningkat paling tidak 2 derajat celcius saja, maka es-es di antartika akan segera berubah menjadi gletser cair yang siap meningkatkan permukaan laut di Bumi. Siapa yang patut disalahkan karena hal ini? jawabnya para pemain besar di industri yang paling menguntungkan. Semisal core portfolio product industri otomotif dengan industri komplementernya di industri migas. Bumi yang diprediksi akan kiamat pada tahun 2028 ini bisa diterima oleh akal, tentu saja bila kita menelaah kembali hitung-hitungan secara matematis dari dampak yang telah terjadi. Hal ini sudah diprediksikan oleh para ilmuan jauh sebelum teknologi maju berkembang pesat seperti sekarang. Pada awal millenium dulu, Al-Gore sempat mengkampanyekan untuk melindungi Bumi, sehingga pemerintah dunia bersepakat untuk membentuk sebuah aturan baru yang nantinya disebut sebagai Protokol Kyoto. Kesepakatan ini merupakan sebuah hal yang menurut saya aneh, mengapa demikian? bila kita berfikir lebih logis mengenai hubungan kausalitas dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, maka akan membuka celah yang lebih besar bagi para negara industri maju untuk mengeksploitasi isi bumi, lalu selanjutnya memberi kompensasi kerusakan hanya dengan membayar sewa atas karbon yang mereka hasilkan ke negara-negara berkembang. Sungguh miris memang, negara maju semakin maju dengan tingkat  profit margin yang semakin besar, sedangkan negara miskin dan berkembang semakin terpuruk. Sampai kapan mereka akan menerima hibah atas pembayaran karbon tersebut, sementara hutan-hutan mereka sudah habis luluh lantak?

Protokol Kyoto sudah dirasa tidak optimal lagi dalam meredam peningkatan suhu global. Kampanye go green yang digalangkan penduduk duniapun belum sepenuhnya mampu mengubah cara padang dan pola hidup masyarakat Bumi. Apabila dikaitkan dengan teori investasi, akan ada harga yang harus dibayar mahal ketika kita mendapatkan sesuatu yang bernilai (high risk high return). Hal tersebut dapat dianalogikan dengan aktifitas mengeruk isi bumi tanpa perilaku sosial yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan lingkungan. Kembali ke isu kiamat di atas,  maka solusi terbaik yang diungkapkan oleh professor tersebut adalah dengan menutup industri yang paling “wah” yang selama ini memberikan sumbangsih serta kontribusi terbesar atas kemajuan moda transportasi serta perekonomian dunia. Mengapa industri ini yang paling disasar? karena industri ini memiliki andil terbesar dalam merusak bumi. Dari 100% tingkat keuntungan yang bisa diperoleh, hanya sekitar 30% saja yang dikembalikan berupa Corporate social responsibility dan sisanya kembali ke pemilik serta reinvestasi operasional bisnis (Porter, 1997). Sebaliknya menurut porter, kita sudah harus membuang konsep CSR tersebut jauh-jauh karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Kemudian Porter (2011) mengungkapkan sebuah konsep baru yang diberi judul ” The big ide of Porter CSV”. Porter menelurkan konsep CSV (Creating Shared Value) yang sementara ini masih berupa embrio yang tertuang dalam tulisan berikut http://hbr.org/2011/01/the-big-idea-creating-shared-value. Sejalan dengan ide Porter di atas, bukan tidak mungkin bila kita memang benar-benar harus memperhatikan kelangsungan komunitas sosial serta lingkungan.

Komunitas serta keberlangsungan lingkungan merupakan sebuah harga  mati yang harus diperjuangkan bila ingin Bumi tetap awet ke hingga ratusan tahun ke depan. Bumi ini hanya titipan, dan ingat bahwa segala isi Bumi ini bukan milik kita saja, karena anak cucu kita turut memiliki andil dan hak untuk menikmatinya. Berkaitan dengan  solusi yang ditawarkan  di atas, Indonesia sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam dipandang mulai memperhatikan kerusakan lingkungan yang parah ini. Saya tak tahu apakah  hot news terbaru mengenai pembubaran BP migas merupakan penghembusan isu politik atau memang benar2 didasarkan atas hitung-hitungan ekonomi. BP migas yang selama ini menjadi salah satu lump sum pokok sumber pendapatan terbesar negara  (300 triliun netto, 540 triliun bruto, 250-an trilun untuk reinvestasi) harus dibubarkan karena inefisien dan menyebabkan peluang kebocoran pendapatan negara sebesar $70 juta.

Saya tekankan lagi bahwa saya belum tahu dan tentu saja saya tak berani berspekulasi. Apakah sebelum menetapkan keputusan untuk membubarkan BP migas sang hakim pengambil keputusan membaca artikel yahoo di atas, ataukah murni karna  ketidakkonsistenan BUMN yang selama ini selalu merugi (biaya investasi modal tiap tahun selalu meningkat tetapi target lifting minyak selalu tidak dapat mencapai target operasi)? jawabnya anda yang tahu.. hidup di Bumi sekarang ini saja sudah panas, cuaca tak menentu, bencana di mana-mana.. sekarang semuanya kembali ke pribadi kita yang paling kecil. Jagalah lingkungan sekitar, biarkan orang atas bermain dengan kapasitas mereka masing-masing. Kita sebagai orang yang berada di bawah cukup memulainya dari lingkungan yang terdekat saja, agar kiamat yang pasti tiba itu dapat diundur kedatangannya. Allahualam..

Go Green

Advertisements

About bertousman

Many people say that to be different is exclusive, it is in line with what my friend had already said to me "Form is temporary, but Class is permanent". I absolutely agree with this one.

Discussion

3 thoughts on “2028 Akhir Dunia? Protokol Kyoto tak lagi berlaku.. Apa Hubungannya Dengan Pembubaran BP Migas di Indonesia?

  1. great…my lecturer…apa yg udah d tulis ternyata d singgung dikit jg waktu d kelas…agak engga ngeh awal nya..tapi bikin penasaran juga…..

    Posted by dian.sutopo | November 20, 2012, 3:27 pm
  2. Benar sekali, oleh sebab itu saya setuju sekali dengan bisnis pengembangan hutan tanaman rakyat

    Posted by Aris | December 4, 2014, 8:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 52,034 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Calendar

November 2012
M T W T F S S
« Jul   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Twitter Updates

Archives

Danny Machal

Podcast fiction from a writer on the road to being published.

bertousman

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Bani Bayu

sekedar tulisan ringan, sebagai pelepas resah di hati

Belajar Menulis

Ketika Ibu-Ibu Iyik Sok Asik Ngeblog

rifyal dahlawy chalil

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

About Me

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Belajar Metoda Penelitian

Think Big, Dream Big, and Take Big Actions

Triya Andriyani

Sedikit Bercerita

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: